Kamis, 22 November 2012

Di Obok-Obok

Gw pernah kerja di salah satu restoran , dan pada saat itu malam minggu, restoran sedang ramai-ramainya oleh pengunjung resto, nah salah satu pengunjung memiliki anak yang lebih mirip di sebut monster,,, karena perilakunya, yang lari-lari gk jelas sambil teriak Aaaarrrrgghh.....Aaaarrrrgghh....Aaaarrrrgghh...!!! sambil narik-narik rok ibunya yang cantik, yg gw ngarep banget tuh anak narik rok ibunya ampe melorot,,,,,,, di sini gw bertanya2 si ibunya kawin sama Robot apa ? sehingga bisa punya anak kayak monster gini, hahahaha nah tu anak emang nakalnya gk ketulungan, sampe2 godryn resto ada yang sobek di tarik sama tuh anak, sampai2 si pelayan resto gondok,,  pada suatu ketika ketika si ibu pengen ngambil saos di pompa saos, pada saat itu juga si monster cilik narik rok ibunya dan si ibu secara sepontan neken tuas dispenser saos dengan keras al hasil dispenser rusak
 "yah tempat saosnya rusak mas'
si mas pelayan restoran dengan gondok yang hampir menutupi wajahnya berkata
" iya ibu nanti kami perbaiki"
maaf ya mas
"iya bu gpp"
di bawa lah itu dis penser saos ke belakang, nah pas di buka tuh dispenser ada komponen yg copot masuk ke dalem kolam saos, sejenis per gituh, gw coba ambil pake sendok, sumpit teruss gagang panci tetep gak bisa, teman gw yg abis nyuci piring dateng dan bertanya ada apa sih?
" ini bang ngambil per pompa saos"
yaelah gitu ajh lo pada repot..! nih gw ambil..!
     dengan tangan yang penuh busah cucian piring dia nyelup tangannya ke tempat saos dan DI OBOK-OBOK saosnya di obok-obok sambil nyari per yang ilang di dasar tempat saos,, dan
" nah ketemu juga akhirnya"
      akhirnya tempat saos berfungsi dengan baik, meskipun melalui proses yang jorok, dan si monster cilik itu datang menghampiri si temen gw yg kebetulan lg jaga di depan,, dan berkata
" om om om minta ambilin saosnya om"
karena tubuh si anak kecil ini gak cukup tinggi buat ngambil saos jadi temen gw yg ambil saos buat si monster ini,,, " ini ade" tu bocah langsung lari sambil nge geram Aaaarrrrgghh.....Aaaarrrrgghh....Aaaarrrrgghh...!!!

dan di makan lah saos obok-obok tersebut dengan nikmatnya, dan paling senengnya temen gw yang berhasil membuat si monster merawanin saos obok-obok ini, gak ke bayang gw liat para pengunjung restoran makan saos itu dengan nikmatnya, sambil terbayang lagu joshua yg liriknya di ganti jadi
" di obok-obok saosnya di obok-obok, ada orangnya gila-gila pada mabok,,,dst.."
dari mulai kejadian itu, selam hampir 6 bulan gw gk makan saos yg di taro di dispenser,,,,,

Mengapa why selalu always tetapi but tidak pernah never?

Karena because itu that,,,,,,,,,,,,,,!

Orang Batak Menyetop Taksi.

Suatu hari, ada orang Batak yang sedang berwisata di kota Jakarta dan ia bermarga Manalu, saat menunggu taksi yang lewat iapun duduk untuk beristirahat.

Saat itu ia melihat ada taksi tak berpenumpang yang kebetulan lewat maka segera iapun menyetop taksi itu, dan saat diberhentikan sang supir taksi bertanya kepada si Batak ini. “Mana lu?” tanyanya sambil mengintip dari jendela (maksudnya kamu mau ke mana?), si Batak ini kaget dan bergumam “Bah, hebat kali supir taksi di Jakarta ini? Belum apa-apa sudah tahu namaku.”

Lalu ia bertanya lagi pada si supir taksi ini “Hei kau, kau paranormal ya?” Lalu supir taksi ini menjawab sambil nyeleneh dan pergi “Sinting.” Si Batak ini bergumam lagi “Bah, lebih hebat lagi supir taksi ini, dia tahu kemana tujuanku.

Aku kan mau pergi ke rumah temanku si Ginting.” Karena dari 5 taksi yang ia berhentikan mengatakan hal yang sama saja, si Batak ini frustasi dan akhirnya memutuskan untuk naik metro mini saja daripada repot-repot cari taksi.

Di dalam metro mini ia berkata dalam hati “Supir-supir taksi di Jakarta ini paranormal semua kelihatannya tetapi aneh, kok mereka tak mau kutumpangi ya? Padahal uangku cukup.”

Homo menyatakan cinta, OOOI Cinta.

Di suatu komplek perumahan di kawasan Menteng ada seorang homo yang bernama Alex. Suatu hari tiba-tiba dia melihat seorang cowok yang ganteng abis dan pindah tepat disebelah rumahnya.
“Woww….ganteng benerrr tuh lekong…akika mawar doongg!”, kata si Alex dalam hati.
Alex kesenangan bangeet dia punya tetangga ganteng. Keesokan harinya alex terus perhatiin tuh cowok dan dia semakin jatuh cinta. Tapi dia tidak tahu bagaimana menyatakannya. Selidik demi selidik ternyata tuh cowok seorang dokter.
“Wah…kesempatan nih untuk kenalan sama tuh cowok”, pikir si Alex.
Alex kemudian pergi ke tetangganya itu dan mengetok pintu.. tok..tok..tok dan kemudian si dokter membukakan pintu.
Alex : “Hallo dok, nama saya Alex dan saya tinggal disebelah dokter”.
Dokter : “Oh..ya..silakan masuk.. eh…..” dan si Alex langsung memotong
Alex : ” dok..dok saya kok tiap malam susah tidur ya….dan kadang-kadang merasa agak pusing, tolong periksa dong dok.” sambil menarik tangannya si dokter.
Dokter : “Ya..ya…coba buka mulutnya dan saya periksa”
Alex : “buka baju ya..dok agar enak periksanya”
Dokter : nggak perlu……saya cukup periksa saja dari luar”
Dan akhirnya sih dokter hanya memberikan vitamin ke Alex. Alex sangat kecewa dan dia merasa dokter kurang kasih “angin ke dia.
Besoknya si Alex balik ke dokter itu dan berkata :” dok kok tambah parah ya… dan saya semakin nggak bisa tidur”.
“Wah…kalau begitu coba kamu naik ke ranjang dan saya akan periksa”, kata dokter.
Langsung aja si alex buka baju dan naik keranjang kesenangan. Lalu dokter
periksa dia dengan cepat, namun Alex minta diperiksa lagi.
“Dok yang di dada dan perut belum periksa dan minta disuntik ya dok…!” sambil membuka celananya.
“Ngga..nggak usah disuntik, nanti saya tambahkan dosis vitamin dan obat tidurnya.”
“Wah dokternya agak kurang kasih “lampu hijau” lagi nih…kurang asem…terpaksa deh gue pakai jurus terakhir gue” kata Alex.
Besokannya Alex datang lagi kerumah dokter itu.
Alex : ” Dok..saya mau jujur aja deh ke dokter…eh..eh..sebe..nar..nya saya
Ambien dok…(penyakit pada lubang pantat)”
Dokter :” oh..ya kalo begitu coba kamu buka celana kamu dan nungging diatas ranjang ya…”
Wah…Alex kesenangan abis, langsung aja dia naik ke ranjang sambil menahan sakit (seakan-akan benaran sih Alex sakit Ambien)
Si dokter ambil senter dan pakai sarung tangan untuk melihat lubang pantatnya si Alex.
Dokter : “Wah..ada apa tuh di pantat kamu kok …ada yang merah2, panjang dan berduri-duri..ih..h…”
Alex :” Oh..ya dok..toloooung dikeluarkan dok….”
Dokter :” Saya tarik ya kalo sakit bilang ya….”
Alex :”Aduh…..e.na….k….ehhh….sakit deh…….”
Dokter itu langsung tarik …wu..uuuuusssss , ternyata setangkai bunga mawar merah
Dokter :” HAAAAHHHHHHHH…. *** : = ((((
Alex : ” Eih….hi..hi.. itu buat dokter…”
Dokter : ?????????*$@##&*$#!!!!!!!!

Cerita Lucu Abunawas

Abu Nawas Masuk Penjara.

        

                Abu Nawas masih mengeram di penjara. Namun begitu Abu Nawas masih bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan memakai tangan orang lain. Baginda berpikir. Sejenak kemudian beliau segera memerintahkan sipir penjara untuk membebaskan Abu Nawas. Baginda Raja tidak ingin menanggung resiko yang lebih buruk. Karena akal Abu Nawas tidak bisa ditebak. Bahkan di dalam penjara pun Abu Nawas masih sanggup menyusahkan orang.
Keputusan yang dibuat Baginda Raja untuk melepaskan Abu Nawas memang sangat tepat. Karena bila sampai Abu Nawas bertambah sakit hati maka tidak mustahil kesusahan yang akan ditimbulkan akan semakin gawat. Kini hidung Abu Nawas sudah bisa menghirup udara kebebasan di luar. Istri Abu Nawas menyambut gembira kedatangan suami yang selama ini sangat dirindukan. Abu Nawas juga riang. Apalagi melihat tanaman kentangnya akan membuahkan hasil yang bisa dipetik dalam waktu dekat.
Abu Nawas memang girang bukan kepalang tetapi ia juga merasa gundah. Bagaimana Abu Nawas tidak merasa gundah gulana sebab Baginda sudah tidak lagi memakai perangkap untuk memenjarakan dirinya. Tetapi Baginda Raja langsung memenjarakannya. Maka tidak mustahil bila suatu ketika nanti Baginda langsung menjatuhkan hukuman pancung. Abu Nawas yakin bahwa saat ini Baginda pasti sedang merencanakan sesuatu. Abu Nawas menyiapkan payung untuk menyambut hujan yang akan diciptakan Baginda Raja.
Pada hari itu Abu Nawas mengumumkan dirinya sebagai ahli nujum atau tukang ramal nasib. Sejak membuka praktek ramal-meramal nasib, Abu Nawas sering mendapat panggilan dari orang-orang terkenal. Kini Abu Nawas tidak saja dikenal sebagai orang yang handal dalam menciptakan gelak tawa tetapi juga sebagai ahli ramal yang jitu.
Mendengar Abu Nawas mendadak menjadi ahli ramal maka Baginda Raja Harun Al Rasyid merasa khawatir. Baginda curiga jangan-jangan Abu Nawas bisa membahayakan kerajaan. Maka tanpa pikir panjang Abu Nawas ditangkap. Abu Nawas sejak semula yakin Baginda Raja kali ini bemiat akan menghabisi riwayatnya. Tetapi Abu Nawas tidak begitu merasa gentar. Mungkin Abu Nawas sudah mempersiapkan tameng. Setelah beberapa hari meringkuk di dalam penjara, Abu Nawas digiring menuju tempat kematian.
Tukang penggal kepala sudah menunggu dengan pedang yang baru diasah. Abu Nawas menghampiri tempat penjagalan dengan amat tenang. Baginda merasa kagum terhadap ketegaran Abu Nawas. Tetapi Baginda juga bertanya-tanya dalam hati mengapa Abu Nawas begitu tabah menghadapi detik-detik terakhir hidupnya. Ketika algojo sudah siap mengayunkan pedang, Abu Nawas tertawa-tawa sehingga Baginda menangguhkan pemancungan.
Beliau bertanya, “Hai Abu Nawas, apakah engkau tidak merasa ngeri menghadapi pedang algojo?”
“Ngeri Tuanku yang mulia, tetapi hamba juga merasa gembira.” jawab Abu Nawas sambil tersenyum.
“Engkau merasa gembira?” tanya Baginda kaget.
“Betul Baginda yang mulia, karena tepat tiga hari setelah kematian hamba, maka Baginda pun akan mangkat menyusul hamba ke liang lahat, karena hamba tidak bersalah sedikit pun.” kata Abu Nawas tetap tenang. Baginda gemetar mendengar ucapan Abu Nawas. dan tentu saja hukuman pancung dibatalkan.
Abu Nawas digiring kembali ke penjara. Baginda memerintahkan agar Abu Nawas diperlakukan istimewa. Malah Baginda memerintahkan supaya Abu Nawas disuguhi hidangan yang enak-enak. Tetapi Abu Nawas tetap tidak kerasa tinggal di penjara. Abu Nawas berpesan dan setengah mengancam kepada penjaga penjara bahwa bila ia terus-menerus mendekam dalam penjara ia bisa jatuh sakit atau meninggal Baginda Raja terpaksa membebaskan Abu Nawas setelah mendengar penuturan penjaga penjara.

 

news.detik

Mengenai Saya

Foto saya
biasa saja, dan low profile